Inspiratif Pekerja Migran Indonesia Sebagai Duta Ekonomi Kreatif Lewat Webinar Internasional
Terkini

Indonesia | Fokuslensanusantara.com | 2 Mei 2026 – Direktorat Jenderal Pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (KP2MI) bekerja sama dengan IDN Preneur Global Network menggelar webinar bertema “Pekerja Migran Indonesia Sebagai Duta Ekonomi Kreatif” secara daring melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (2/5).
Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, penggiat ekonomi kreatif, perwakilan pekerja migran Indonesia, serta masyarakat umum dari berbagai daerah dan negara.
Kegiatan dibuka dengan sambutan resmi dari Dr. Muh. Fachri, M.Si. selaku Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa peran pekerja migran Indonesia tidak hanya terbatas pada penyumbang devisa negara, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai ujung tombak promosi budaya dan produk kreatif bangsa di mata dunia.
“Selama ini kita mengenal mereka sebagai pahlawan devisa. Padahal, selama berada di luar negeri, mereka menyerap pengetahuan, pola pikir baru, dan membangun jejaring internasional. Semua aset ini bisa diubah menjadi kekuatan untuk mengangkat sektor ekonomi kreatif Indonesia agar dikenal lebih luas dan bernilai jual tinggi,” ujar Dr. Muh. Fachri.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menyusun program pelatihan, pendampingan usaha, serta fasilitasi akses pasar bagi pekerja migran yang ingin mengembangkan bakat dan ide kreatif, baik saat masih bekerja di luar negeri maupun setelah kembali ke tanah air.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Nathalia Wijaya selaku Ketua IDN Global. Ia menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan dukungan penuh organisasinya untuk memberdayakan para pekerja migran. Menurutnya, posisi mereka yang berada di berbagai negara menjadi keunggulan tersendiri untuk memperkenalkan keunikan dan kualitas karya Indonesia.
“Pekerja migran Indonesia adalah wajah bangsa di kancah internasional. Melalui interaksi sehari-hari dengan warga negara lain, mereka bisa menjadi jembatan penghubung yang efektif untuk memperkenalkan produk kerajinan, kuliner, seni budaya, hingga gagasan kreatif kita. IDN Global siap menjadi mitra dalam menyediakan wadah, jejaring, dan pelatihan yang dibutuhkan,” ungkap Nathalia.
Dukungan juga datang dari Moniqca Patricia selaku Ketua Umum IDN Preneur yang berkedudukan di Rotterdam, Belanda. ia menyatakan bahwa gagasan menjadikan pekerja migran sebagai duta ekonomi kreatif adalah langkah strategis yang sangat tepat.
“Sebagai organisasi yang lahir dan tumbuh di perantauan, kami percaya sepenuhnya pada potensi saudara-saudara kita yang bekerja di luar negeri.
Mereka memiliki ketekunan, keberanian, dan wawasan luas. Ini adalah modal utama untuk membawa nama baik dan karya Indonesia ke tingkat dunia.
Kami siap mendukung penuh melalui jejaring internasional yang kami miliki,” ucap Moniqca
Sesi inti acara berupa diskusi terbuka dipimpin langsung oleh Kartika Dewi selaku Koordinator Divisi Ekraf IDN Preneur Global Network sebagai moderator.
Dalam sesi ini, empat narasumber yang merupakan pekerja migran Indonesia berprestasi berbagi pengalaman dan gagasan mereka.
Keempat narasumber tersebut adalah Reynilda Hendrayatie (Penggiat Komunitas di Singapura), Vania Koberlein (Guru Taman Kanak-kanak di Jerman), Lusya Tawu Loko (Perawat Lansia di Hongkong), dan Ririn Arumsari (Perawat Lansia di Taiwan).
Para narasumber menceritakan bagaimana mereka secara perlahan mulai memperkenalkan makanan khas, kain tradisional, hingga kerajinan tangan Indonesia kepada lingkungan sekitar di negara tempat mereka bekerja.
Mereka juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses informasi mengenai peluang usaha, kesulitan dalam pengiriman barang, serta minimnya dukungan sistemik yang terarah.
Hasil diskusi menyimpulkan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan sebagai duta ekonomi kreatif berkat pengetahuan mereka mengenai selera pasar luar negeri dan kemampuan beradaptasi dengan budaya lain.
( Laporan : mastri/rt05Solo )



