terkini

Wanarejan Utara: Sentra Kain Tenun ATBM yang Berdaya Budaya dan Bernilai Ekonomi

Terkini

Desa Wanarejan Utara | Fokuslensanusantara.com | 22/04/2026 – Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi yang kuat.

Desa ini dikenal dengan kekhasannya sebagai penghasil kain tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) atau yang populer disebut kain tenun goyor.

Tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya menjadikan industri tenun ATBM terus tumbuh dan berkembang.

Para pengusaha tenun di desa ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga terus berinovasi dalam menciptakan ragam motif yang semakin diminati pasar.

Sejarah tenun ATBM di Wanarejan Utara telah ada sejak masa penjajahan Belanda. Namun, perkembangan signifikan mulai terlihat pada era 1950-an, berkat peran tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Di antaranya, Bapak Tasmun yang dikenal sebagai pelopor pengembangan motif desain kain sarung, serta Bapak M. Sodik To’at yang berjasa dalam meningkatkan kualitas produksi. Hingga kini, hasil karya mereka menjadi fondasi kuat bagi identitas desa sebagai kampung tenun.

Kampung Kain Tenun ATBM Wanarejan Utara kini telah berkembang menjadi sentra industri yang dinamis.

Pengaruhnya bahkan meluas ke wilayah sekitar, seperti Kecamatan Comal dan Petarukan, menjadikan kawasan ini sebagai pusat penyebaran industri tenun tradisional di Pemalang.

Sebagai industri berbasis rumah tangga, kegiatan menenun menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kerajinan tenun ikat ATBM yang telah ada sejak tahun 1930-an sempat mengalami keterbatasan perkembangan akibat kondisi keamanan pada masa itu.

Namun, memasuki tahun 1950-an, industri ini mulai bangkit dan berkembang pesat sebagai usaha rumahan yang produktif.

Awalnya, produksi tenun hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

Seiring waktu, kualitas dan keunikan kain tenun Wanarejan Utara berhasil menarik perhatian pasar yang lebih luas. Kini, produk tenun dari desa ini tidak hanya diminati di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar internasional sebagai komoditas ekspor yang bernilai tinggi.

Wanarejan Utara pun kini berdiri sebagai simbol ketekunan, kearifan lokal, dan kekuatan ekonomi berbasis budaya yang terus lestari dari generasi ke generasi.

( Billy D Marco )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button