terkini

SIPA 2026 GUNCANG PAMEDAN MANGKUNEGARAN: SENI DUNIA BERSATU MELAMPAUI BATAS Kinetic Kinship: Beyond Boundaries Satukan Seniman Lima Negara dan Sembilan Daerah Indonesia di Surakarta

Terkini

Focus Lensa Nusantara.com — Pamedan Pura Mangkunegaran kembali menjadi panggung kebanggaan budaya dunia. Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 resmi dibuka secara meriah pada Kamis, 10 September 2026, mengundang seniman dari lima negara dan sembilan daerah di Indonesia untuk merajut persaudaraan lintas batas melalui seni pertunjukan .

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-18 sejak didirikan tahun 2009, SIPA 2026 mengusung tema “Kinetic Kinship: Beyond Boundaries” — persaudaraan yang bergerak melampaui sekat geografis, budaya, maupun disiplin seni .

“Seni adalah energi yang terus bergerak dan mampu merajut persaudaraan di tengah perbedaan peradaban,” ujar Direktur SIPA, Dr. R. Ayu Irawati Kusumorasri, M.Sn. pada pembukaan .Tempat: Pamedan PuraMangkunegaran,Surakarta,10–12September 2026 ,Peserta Seniman Mancanegara & Nusantara

Pertunjukan tiga malam ini mempertemukan:
Ohinemataroa — Selandia Baru
Nomadart & Contemporary Dance Company Jayu — Korea Selatan,
Seed Dance Company — Taiwan
SyuRei by Ryukyu Arts Embassy & Company Danzak — Jepang
Kemantren Langenpraja Mangkunegaran, Smara Tantra (Surakarta), AYI Dance (Papua), Gigi Arts of Dance (Jakarta), Aceh Performing Arts, Gaung Marawa (Sumatera Barat), dan lainnya

Ambassador SIPA 2026, Gondrong Gunarto, tampil pembuka bersama Semarak Candrakirana, Ekosdance Company, dan Sanggar Sikambang Manih — menyatukan gamelan tradisi dan komposisi kontemporer .
Lebih dari Sekadar Pertunjukan,SIPA 2026 bukan hanya panggung seni. Tersedia pula SIPA Urban Market yang mendukung UMKM dan ekonomi kreatif, serta rangkaian pertunjukan jalanan dan lokakarya yang memperluas jangkauan seni ke seluruh penjuru Kota Solo .

Kolaborasi strategis antara Yayasan Mangkunegaran dan SIPA Community menjadikan perhelatan ini sekaligus penguatan citra Pura Mangkunegaran sebagai cagar budaya hidup dan jantung kebudayaan nasional yang terbuka bagi dunia.Harapan
melalui semangat “tanpa sekat”, SIPA 2026 bertekad menjadi katalisator karya inovatif, menyuburkan ekosistem seni yang inklusif, dan mengokohkan Surakarta sebagai kota budaya bertaraf global.

“Kita berdiri dalam perjumpaan budaya lintas bahasa, lintas tradisi — satu panggung, satu persaudaraan,” demikian pesan yang dikumandangkan di Pamedan Mangkunegaran malam pembukaan (tri@rt5)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button