Peringati HUT PMS ke-94, Gelar Eksibisi Budaya Tradisional Karawitan: Lestarikan Warisan Luhur, Perkuat Identitas Surakarta
Terkini

FocusLensa Nusantara.com SURAKARTA —15 Agustus 2026 Dalam rangka memperingati HUT ke-94 Persatuan Masyarakat Surakarta (PMS), eksibisi budaya tradisional karawitan digelar megah, memadukan penghormatan terhadap warisan leluhur dan semangat memperkuat identitas budaya Kota Surakarta. Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, para tokoh masyarakat, mantan Wali Kota Surakarta Bapak FX Hadi Rudyatmo, Bapak Teguh Prakosa, serta Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta Bapak Supriyanto, jajaran pengurus, tokoh adat, penghayat budaya, dan masyarakat luas.
Eksibisi ini menjadi puncak peringatan ulang tahun ke-94 PMS. Momen ini menjadi sangat istimewa karena seperangkat alat gamelan kuno yang berusia berabad-abad turut serta dipertunjukkan dalam gelar karawitan ini. Setiap lembaran logam, setiap kenong dan gong yang telah melewati berabad-abad, menyimpan sejarah dan kearifan leluhur, seolah ikut “berbicara” menyambut peringatan HUT PMS ke-94. Suara yang bergema bukan sekadar nada, melainkan gema masa lalu yang tetap hidup hingga hari ini.
Para penampil terdiri dari Penyanyi Keroncong Endah Laras, para sesepuh, pengrawit senior, hingga generasi muda penerus siswa siswa. Harmoni gamelan yang bergema bukan sekadar hiburan, melainkan penghayatan dan pewarisan nilai luhur: kesopanan, kerukunan, serta keseimbangan hidup — selaras dengan semangat PMS yang selalu berpegang pada kearifan leluhur kita.
“Karawitan bukan sekadar bunyi, melainkan cerminan budi pekerti. Setiap nada mengajarkan kesabaran, kerjasama, dan kebersamaan. Apalagi saat kita memainkan gamelan yang telah berusia berabad-abad, kita sedang berbicara langsung dengan sejarah dan leluhur kita.” — ujar salah satu sesepuh PMS.
Ketua PMS, Bapak Martono, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tokoh penting dan seluruh hadirin. Beliau menegaskan prinsip dasar PMS selama perjalanan 94 tahun ini:
“Keputusan yang selalu dihubungkan dengan masyarakat harus selalu berjasa, harus selalu diterapkan dengan seksama. Lalu itu perlu dicatat. Semua itu dengan kebijaksanaan.”
PMS berdiri bukan untuk kepentingan kelompok semata, melainkan untuk masyarakat luas. Setiap langkah dan kebijakan harus selalu berlandaskan kemanfaatan bagi warga Surakarta.

“Kita sadar betul, Surakarta tidak kaya akan sumber daya alam. Namun kita memiliki kekayaan yang jauh lebih agung — budaya, kearifan, dan identitas yang tak ternilai harganya. Termasuk gamelan peninggalan leluhur yang berusia berabad-abad ini, adalah harta yang tak ternilai dan harus kita jaga bersama.” — tegas beliau.Sambutan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani:
Budaya Sebagai Kekuatan Utama SurakartaWakil Wali Kota Surakarta, Ibu Astrid Widayani, hadir langsung memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi eksibisi karawitan ini. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMS yang telah berusia 94 tahun dan terus konsisten melestarikan budaya, apalagi dengan penampilan gamelan kuno yang sangat bersejarah.
“Selamat ulang tahun yang ke-94 Persatuan Masyarakat Surakarta! Saya mewakili Pemerintah Kota Surakarta, sangat mengapresiasi langkah PMS yang terus menjaga dan menghidupkan warisan leluhur kita. Terutama saat ini kita dapat mendengar langsung suara gamelan berusia berabad-abad yang bergema di sini — ini adalah bukti hidup bahwa budaya kita tidak pernah mati. Surakarta tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun kita memiliki kekayaan yang jauh lebih berharga: budaya, kearifan, dan identitas yang diakui dunia.” — ujar Ibu Astrid ( tri 05@solo)




