Anggaran JOMPLANG LLAJ Rp. 879 Juta untuk Rambu & Marka, Terminal Cuma Rp 9,9 Juta
BREAKING NEWS

Lampung Utara | fokuslensanusantara.com | 2 Maret 2026 – Struktur anggaran Program Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Kabupaten Lampung Utara menjadi sorotan tajam publik. Dari dokumen perencanaan yang dihimpun Tim Tribuana Muda Media Network, alokasi terbesar terserap untuk penyediaan perlengkapan jalan sebesar Rp 879.583.737, sementara rehabilitasi dan pemeliharaan tiga Terminal Tipe C hanya Rp 9.975.000.
Jika dirinci, rata-rata anggaran rehabilitasi terminal hanya sekitar Rp 3,3 juta per unit. Angka ini dinilai sangat minim untuk kegiatan yang mencakup perbaikan ruang tunggu, sanitasi, area parkir, hingga fasilitas keselamatan penumpang sebagai simpul transportasi publik.
Komposisi Anggaran: 98,8% untuk Perlengkapan Jalan.
Berdasarkan perhitungan komposisi, sekitar 98,8 persen anggaran LLAJ terserap untuk perlengkapan jalan, sedangkan hanya sekitar 1,12 persen dialokasikan untuk terminal.
Perlengkapan jalan yang dimaksud mencakup:
- Rambu lalu lintas.
- APILL (lampu lalu lintas).
- Marka jalan.
- Guardrail (pagar pengaman).
- Trotoar.
- Jembatan penyeberangan.
- Lampu penerangan jalan.
- Fasilitas penyandang disabilitas.
Dominasi alokasi ini memicu perdebatan mengenai arah prioritas pembangunan transportasi daerah.
Penjelasan Kepala Dinas Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Utara, Anom Sauni, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dominasi anggaran pada perlengkapan jalan merupakan bagian dari strategi peningkatan keselamatan pengguna jalan.
“Perlengkapan jalan adalah fasilitas untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ini prioritas karena menyangkut langsung risiko kecelakaan,” ujarnya kepada Tim Tribuana Muda Media Network.
Menurutnya, banyak titik jalan kabupaten yang membutuhkan penambahan maupun peremajaan fasilitas keselamatan. Fokus kebijakan saat ini diarahkan pada penanganan titik rawan kecelakaan.
“Terminal tetap kita perhatikan. Namun saat ini fokus utama adalah penanganan titik-titik rawan kecelakaan melalui penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan jalan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perawatan terminal tetap dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal daerah, dengan prioritas pada pemeliharaan ringan.
Sorotan Pengamat, Terminal Tetap Simpul Strategis.
Sejumlah pengamat transportasi menilai bahwa meskipun keselamatan jalan merupakan aspek krusial, terminal tetap memegang peran strategis dalam:
- Pengaturan trayek angkutan umum.
- Pengendalian mobilitas penumpang.
- Konektivitas antarwilayah.
- Peningkatan kualitas layanan transportasi publik.
Minimnya alokasi rehabilitasi dikhawatirkan berdampak pada kondisi fisik terminal, yang pada akhirnya dapat menurunkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.
Publik Menanti Dampak Nyata.
Struktur anggaran yang terkesan “jomplang” ini kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pertanyaan publik mengarah pada dua hal utama:
- Apakah prioritas besar pada perlengkapan jalan benar-benar mampu menurunkan angka kecelakaan secara signifikan?
- Apakah minimnya alokasi terminal akan berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan transportasi publik di daerah?
Dengan komposisi lebih dari 98 persen untuk perlengkapan jalan dan sekitar 1 persen untuk terminal, kebijakan ini menjadi ujian nyata efektivitas perencanaan transportasi daerah di Kabupaten Lampung Utara.
Tim Tribuana Muda Media Network akan terus menelusuri detail perencanaan, realisasi anggaran, serta dampak kebijakan ini terhadap keselamatan dan sistem transportasi publik di wilayah tersebut.
Laporan: Tim Tribuana Muda Media Network
Lokasi: Lampung Utara



